Bijak Dalam Bersosial Media


Saat gue masih sibuk lebaran, salah satu teman gue tiba-tiba bertanya ke gue.

“Ra, gimana pendapat lu tentang orang yang membanggakan kelompok/keluarganya? Misal, dia blasteran dan update di social media kalau dia bangga banget gitu.”

Gue telisik lebih jauh, siapa orang yang dia maksud. Dia kasih username Instagramnya, dan gue check sendiri kayak gimana sih postingannya. Kurang beruntung kali ya gue, hari itu ngga ada post yang berisi tentang dia yang membanggakan keluarganya yang keturunan bule.

Pendapat gue gimana? Ya bodo amat. Itu hak dia untuk bahas tentang keluarganya di sosial media. Kasarnya, pamer masalah dia yang keturunan bule. Well, bagi sebagian orang, kalau ada keturunan "asing" itu keren. 

Kalau memang ngga suka dengan satu post, ya dilewatin aja. Kalau dia sering update masalah itu, ya tinggal dimute atau diapain kek biar ngga muncul di timeline kalian. Perkara selesai. Ngga perlu dipikirin, nambah-nambah gondok di hati karena liat post dia yang itu-itu aja. Kita ngga bisa memaksa seseorang untuk share hal yang kita suka, toh kita pun ngga mau kan dipaksa untuk hanya post hal yang disukai orang lain. We live not to please anyone—or even everyone.
 
Di sosial media itu ada berbagai macam orang, sama aja kayak di kehidupan nyata. Pintar-pintarnya kita aja dalam menggunakannya. Follow orang-orang yang menyebarkan konten-konten positif. Semacam lambe-lambe mah ngga perlu lah. Kalau ngga suka konten yang dibuat seseorang, yaudah ngga perlu difollow. Ribetnya bersosial media sekarang ini tuh, kalau saling kenal dan difollow ya harus follow back. Suka ngga suka sama kontennya, pokoknya saling follow.

Kan nyusahin.

Dulu gue gitu sih, sekarang mah yaudah. Kecuali emang udah janjian mau saling follow gitu di sosial media.

Ngga usah saling kenal, yang ngga kenal aja minta follow back. Ngga sih, sebenarnya gue biasa aja, ngga benci juga. Kalau benar-benar orang asing buat gue, teman-teman gue ngga ada yang kenal, ya gue ngga akan follow back walaupun dia terus-terusan comment di post gue.

Intinya, kalau bersosial media itu harus pintar dan ngga rese. Bawa santai saja, kawan.

Gitu aja sih dari gue mah.

Comments

  1. Balik lg self concept diri masing2 cara memandang fungsi sosial media itu sendiri.Kalo pribadi sih anggep nya itu media berekspresi bisa.. ajang reach out temen2 lama yg bertahun2 gaketemu..tergantung manusia nya menentukan output nya.. kan ada aja org post foto selfie yg satu komen"wah mantab broo" yang bawah komen "njs alay".. kalo emg dikit dikit sakit pantat ya gausah main sosmed aja main gundu ama karet aja..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Self Acceptance