Nyawa Orang Indonesia Ada Sembilan
Banyak orang yang
bilang kalo nyawa kucing ada sembilan, tapi, jarang banget orang bilang kalo
nyawa orang Indonesia pun ada sembilan. Bahkan saat dengar atau baca hal itu
aja, nggak percaya. Padahal, banyak banget bukti-bukti dari pernyataan bahwa
nyawa orang Indonesia sama kayak kucing—ada sembilan.
Kita tidak perlu
lebih peka terhadap sekitar untuk membuktikan hal tersebut karena orang
Indonesia sudah menunjukkan secara blak-blakkan.
Bukti pertama,
sering terlihat di area rel kereta api. Pasti kalian tau setiap kereta mau lewat, palang pintu akan menutupi jalan. Di saat itulah, orang-orang Indonesia menunjukkan keunggulan dari nyawanya. Tak sedikit dari mereka berani menerobos palang tersebut dan menyebrang jalan. Alasannya, keretanya kan masih jauh. Masih sempat untuk menyebrang. Tak peduli larangan yang bahkan sudah diatur dalam Undang-Undang demi menjaga keselamatannya. Toh, nyawa mereka ada sembilan. Sekali tertabrak, masih sisa delapan, ‘kan?
sering terlihat di area rel kereta api. Pasti kalian tau setiap kereta mau lewat, palang pintu akan menutupi jalan. Di saat itulah, orang-orang Indonesia menunjukkan keunggulan dari nyawanya. Tak sedikit dari mereka berani menerobos palang tersebut dan menyebrang jalan. Alasannya, keretanya kan masih jauh. Masih sempat untuk menyebrang. Tak peduli larangan yang bahkan sudah diatur dalam Undang-Undang demi menjaga keselamatannya. Toh, nyawa mereka ada sembilan. Sekali tertabrak, masih sisa delapan, ‘kan?
Bukti selanjutnya
masih di sekitar jalan, lebih tepatnya di lampu
merah (traffic light/lampu lalu
lintas). Terlihat lengang sedikit di saat traffic
light masih merah, langsung ngegas. Ngelanggar peraturan? Jelas.
Membahayakan diri sendiri dan orang lain? Pasti. Kok masih dilakuin? Kalo nanti
kecelakaan gimana? Tenang, walaupun sampai mati, masih sisa tujuh nyawa kok.
Ngga selesai
sampai situ aja. Sebagai pengendara, pasti pernah nyalip mobil yang ada di depannya. Orang Indonesia menunjukkan
keberaniannya dengan menyalip orang yang lagi nyalip. Bingung? Misal nih, ya, ada mobil yang mau disalip si
pemotor A. Saat si pemotor A lagi nyalip,
si pemotor B nyalip si A. Bahaya?
Yah, kalo ngga bahaya ngga akan disebut di sini. Apalagi buat pengendara dari
lawan arah. Lagian, santai ajalah. Meskipun kecelakaan lagi, masih punya enam
nyawa lagi.
Ada lagi nih,
kejadiannya mah dimana aja. Orang
Indonesia yang berkendara (kebanyakan pengendara motor) melawan arus/arah. Ngga
jarang lawan arusnya pun lumayan jauh. Ngga usah khawatir gitu deh, mereka aja
santai. Kan, kalopun lagi-lagi kecelakaan, masih punya stok nyawa lima. Santai
aja.
Masih banyak
hal-hal yang membahayakan, di atas hanya kegiatan yang setidaknya bisa dilihat
di jalan. Ngga perlu heran dengan orang Indonesia yang sangat berani buat
melakukan hal-hal yang taruhannya nyawa sendiri dan bisa saja orang lain. Dari
awal udah dibilang, ‘kan?
Nyawa orang
Indonesia kayak kucing; ada sembilan!
Comments
Post a Comment